Selasa, 30 September 2014

kesekian...

Untuk kesekian kalinya, perasaan ini terlalu mudah untuk tumbuh dan semakin subur dengan candaan yang terus terbalas dengan senyuman. 
Untuk kesekian kalinya, niat awal dari menjalin hubungan pertemanan memudar menjadi hal yang lebih tabu, saat diri menyadari sedang membawa hati orang lain.
Untuk kesekian kalinya, perasaan ini berkecamuk, antara memilih tinggal dengan perasaan yang terpendam, atau pergi dengan bayang bayang penyesalan.
Untuk kesekian kalinya, hati ini seakan kembali, dia perlahan keluar dari tempat naungnya yang dahulu sempat membawanya kemana mana pada waktu yang lama. 
Untuk kesekian kalinya, hati itu mencari tepat naung yang baru. meskipun rumahnya terdahulu ternyata rumah ternyamannya, tanpa disadarinya.
Untuk kesekian kalinya, logika ini mengamuk, menyadari hal gila yang ia tidak sangka. akankah sahabatku bersamanya?
Dan ini untuk kesekian kalinya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar