Selasa, 30 September 2014

Go on mas satria!!

love for a child, love to early.
semangat guh! dari dulu emang aku gapernah puas kalo denger curhatan orang. selalu ada yang ganjel dan kurang memuaskan, ceilah. jadi kalo kalo ada masalah, biasanya logika sendiri yang nyeleseinnya.
terpuruk? yaa, setiap manusia khususnya mahasiswa pasti pernah ngalamin masa kaya gini. masa dimana dunia seakan runtuh, harapan mulai fana dan memudar. semangat hidup yang tadinya tersusun rapih jadi berceceran. berserakan dan jadi ga menarik buat disusun lagi.
masa masa terpuruk ini salah satu masa yang paling seru loh, semua makanan seakan rasanya asin, kecipratan air mata yang mulai eksis mewarnai hari hari. oiya, biasanya masa masa ini tuh masa masa melankolis dan filosofis. kenapa? karena apapun yang terjadi... sori dab, ga kuat lanjut. lanjut entar aja.

dan jawabannya....

Tersimpulkan sudah. inilah rasa sayang. 
rasa selalu ingin membuatnya bahagia, rasa ingin membuatnya tersenyum. rasa ingin membuatnya nyaman bermanja. 
meski bukan bersama kita.
moga bahagia yah..

kesekian...

Untuk kesekian kalinya, perasaan ini terlalu mudah untuk tumbuh dan semakin subur dengan candaan yang terus terbalas dengan senyuman. 
Untuk kesekian kalinya, niat awal dari menjalin hubungan pertemanan memudar menjadi hal yang lebih tabu, saat diri menyadari sedang membawa hati orang lain.
Untuk kesekian kalinya, perasaan ini berkecamuk, antara memilih tinggal dengan perasaan yang terpendam, atau pergi dengan bayang bayang penyesalan.
Untuk kesekian kalinya, hati ini seakan kembali, dia perlahan keluar dari tempat naungnya yang dahulu sempat membawanya kemana mana pada waktu yang lama. 
Untuk kesekian kalinya, hati itu mencari tepat naung yang baru. meskipun rumahnya terdahulu ternyata rumah ternyamannya, tanpa disadarinya.
Untuk kesekian kalinya, logika ini mengamuk, menyadari hal gila yang ia tidak sangka. akankah sahabatku bersamanya?
Dan ini untuk kesekian kalinya...